Senin, April 25, 2011

Not Too Sweet Escape (Part 1)

Liburan panjang. Suatu momen yang sangat berharga. Lebih berharga dari emas. Karena gak bisa disimpan, dijual, atau dipermak jadi gigi palsu. Sayang banget kalo dilewatkan begitu aja.

Tanggal 22 April 2011 adalah hari libur nasional. Entah dalam rangka apa. Pokoknya libur dan gue gak harus masuk kantor. Dan secara kebetulan tanggal itu jatuh pada hari Jum'at, sehingga hari libur yang harusnya dua hari bertambah menjadi tiga hari. Saatnya melaksanakan kegiatan favorit gue, travelling. Tujuan perjalanan kali ini adalah Teluk Kiluan, Lampung.

Sebenarnya keikut sertaan gue dalam perjalanan ini lebih bersifat pemaksaan, karena tanpa diajak atau apa, gue menawarkan diri dengan murahannya di saat orang-orang lain harus berpikir keras untuk ikut kesana. Satu hal yang gue butuhin cuma berapa biaya yang diperlukan. Apabila sesuai budget, hal-hal lain bersifat tentatif. Dan untungnya, budget nya sesuai dengan sisa uang di dalam rekening gue yang telah mengalami kekeringan akut. Sindrom akhir bulan yang selalu menerpa orang-orang gajian.

......: Kamis 22 April 2011 :......

Sejak bangun tidur kuterus mandi dan tak lupa menggosok gigi, pikiran gue udah jalan-jalan sendiri. Kantor menjadi mimpi buruk yang menyebalkan, karena sekeras apapun gue mencubit pipi, mimpi buruk ini tidak akan berakhir. Setengah hati gue mengerjakan tugas yang menggelandang di permukaan meja, sembari sesekali gugling soal Kiluan, membayangkan keindahan disana.

Teng-Go. Sebuah istilah bagi para pekerja kantor yang ditujukan untuk orang-orang yang langsung pulang begitu jam kantor selesai. Suatu kata yang sangat menggambarkan keadaan gue sekarang. TENG : Begitu jam 5 gue langsung rapi-rapi in tas, siap-siap cabut ke Slipi Jaya, tempat kumpul kita sebelum berangkat. GO : Jam setengah 6 gue udah keluar kantor, menuju halte busway terdekat untuk berangkat ke tempat tujuan.

MACET. Itulah hambatan pertama gue dalam perjalanan menuju Kiluan, imbas liburan panjang pada tiga hari ke depan. Intensitas lewat dan berhentinya bus Transjakarta di halte menjadi berkuran. Kebanyakan masih ketahan di Pancoran atau MT Haryono. Kita-kita yang nunggu di Tegal Parang cuma bisa manyun dan sabar menunggu sembari menghasilkan keringat segede biji salak. Sambil menunggu, gue iseng ngacungin jempol untuk ngeberhentiin mobil-mobil yang masuk ke jalur busway. Ternyata gak ada yang mau berhenti. Tanggung jawab dong kalo masuk jalur. Itu kan jalur untuk bus, transportasi massal, jadi apapun yang lewat di situ harus rela ditumpangin banyak orang. Mungkin mereka gak ngerti esensi dibalik motto "TAKE THE BUS, NO IT'S WAY." Mmm. Gue juga enggak sih. Apalagi motto yang "Dilarang Masuk Jalur Busway Kecuali Busway!"

Setelah tersiksa oleh halte busway yang gerah dan keadaan di dalam bus yang sangat mepet bikin kegencet, gue akhirnya sampe di Slipi Jaya. Keadaan Mall cukup ramai, dimana penataan toko dan ruangannya mengingatkan gue akan ITC Mangga Dua atau Cempaka Mas. Lengkap dengan teriakan, "Boleh kaaak... bajunya kakk.. masuk aja, liat-liat dulu kakk... gak apa-apa kakk" yang menggema sampe ke bagian otak yang paling dalam.

Dunkin Donuts adalah tempat pertemuan kita sebelum berangkat ke Lampung. Anggota-nya ada 6 orang : Andien, Deta, Ojan, Jihan, Mirzal (gue), dan Risma. Sebelum berangkat, tentu aja kita foto-foto narsis dulu, untuk mengukur tingkat ke-lecek an kita antara sebelum dan sesudah berangkat. Dan karena gak ada yang mau dikorbanin sebagai tukang foto, kita minta tolong pegawai Dunkin-nya.

Mas-mas pegawai Dunkin itu langsung di training sebentar sama Jihan, biar tau kalo cara makenya cukup dipencet tombol shutter -nya, bukan ditimpuk atau kayak ngintip celana dalem. Sambil pasang pose terbaik dan senyum tiga jari, kita menunggu lampu blitz bersinar. 1 detik... 2 detik... 9 detik... dan hampir 20 detik kita menunggu, itu blitz gak muncul-muncul. Senyum udah kering, bibir pecah-pecah, dan kaki udah hampir varises menahan pose setengah jongkok.

Sang Trainer (Jihan) kembali menghampiri mas-mas Dunkin dan ngasih wejangan untuk lebih kuat memencet tombolnya. Kita pun kembali pose. Entah dia lekong apa gimana, dia mencet tombol shutter pake jari manis, imut sekali. Udah gitu jari-nya gemeteran, seperti takut dibunuh kalo gagal fotoin kita. Wajar sih, mengingat trainer nya dia adalah Jihan.

Kita spontan menyemangati mas itu, "Ayo mas, pencet lebih kenceng lagi! Ayo mas!" seperti saat Ibu-nya Forest menyemangati dia untuk berlari dalam film Forrest Gump, "Run... Forrest run!!" Bukannya bener, tangan mas Dunkin malah semakin bergetar hebat. Entah apa yang membuat dia sebegitu takutnya dengan kita. Kita langsung membuat keputusan sulit. Sayang seribu sayang, mas Dunkin itu resmi kami pecat sebagai tukang foto tanpa pesangon apapun. Digantikan oleh temannya yang dalam waktu 20 detik bisa ngambil 3 foto.

Selesai foto-foto, kita langsung ke mobil, masalah yang kedua. Mobil Livina milik Jihan yang seharusnya hanya muat untuk 5 orang, kita siksa sedemikian rupa sehingga muat 6 orang. Walhasil kita main 'Puzzle Manusia' di bangku belakang sebelum berangkat. Ojan agak maju ke depan, Deta nempel di jok, gue agak maju juga, dan Risma mojok di pinggir pintu.

Pekerjaan sia-sia. Karena walaupun udah diatur kayak gitu, tetep aja cuma 1/4 pantat yang bisa gue pakai sebagai poros duduk. Satu-satunya hal yang bisa bikin pantat gue tetep kering adalah Mami Poko Pants. Eh, salah ketik. Maksudnya karena kadang-kadang gue gerakkin ke kanan dan ke kiri, jadinya gak begitu keteken gituh. Masak udah gede pake popok. Malu dong *(Bergumam dalam hati : "Semoga gak ketauan...")

Dengan ditandai oleh masuknya mobil ke gerbang tol, kita memasuki masa liburan, yang berarti : Amnesia Yang Disengaja Tentang Pekerjaan. Motto kita adalah : "Less Work Topics, More Nyampah" Sebisa mungkin kita membahas dan bertengkar untuk hal-hal yang tidak penting, karena hal-hal tidak penting bisa berubah jadi penting saat dipakai untuk tertawa bersama.

Jalan demi jalan kita lewati, jalan penuh lubang dan kejutan. Tol menuju Merak ini memang terkenal akan kejelekan-nya. Udah gak heran lagi kalo tiba-tiba jalur tengah ditutup dan terdapat lubang gede menganga di tengahnya. Entahlah, apa ini memang program pemerintah nya atau bagaimana. Mungkin ini semacam pemerataan peniduran dimana terdapat persamaan antara penduduk di desa yang jalanan nya jelek dan penduduk yang melewati jalan besar / tol. Semuanya tetap tidur, tidak ada yang dibangun.

......: Jum'at 22 April 2011 :......

Sekitar jam 1 pagi, kita sampe di Pelabuhan Merak. Gue punya tips untuk orang-orang yang mau nyebrang disini. Usahakan yang nyetir adalah cewek, karena dia bisa merayu petugas pelabuhan untuk mendapatkan tempat yang lebih baik.

"Paaakk... Aku mau dermaga satu aahh... Kalo dermaga empat lama Pak. Kemaren aku naik itu sampe 7 jam," Jihan sebagai duta perayu mulai melancarkan serangannya.

"Waduh gimana yah dek," balas si Bapak sambil menggaruk kepala-nya.

"Aku puter balik aja ya Pak?" *wink wink* (kedip-kedip genit)

"Boleh deh neng," sambil memberhentikan kendaraan di belakang kita dan voila! Meluncur lah kita ke dermaga 1. Masuk ke dalam barisan mobil yang telah mengular disana. Bayangkan kalo gue yang merayu sambil berkedip-kedip genit. Mungkin gue bakal :
  1. Digampar
  2. Diperkosa di dalam sekoci kapal
Selama 45 menit kita menunggu di dermaga sebelum pada akhirnya kapal yang dinanti-nanti datang. Nama kapalnya adalah Musthika Kencana, sebuah kapal ukuran sedang yang punya beberapa kelas ruangan. Ada yang model bangsal dimana orang-orang cuma dikasih karpet doang untuk nge-gelepar, duduk manis seperti di kursi kayak dalem pesawat, dan ruang VIP. Ruang VIP ini berupa sebuah kamar seharga 100 ribu dengan dua tempat tidur dengan isi maks. 3 orang... teorinya.

Fakta membuktikan bahwa kamar itu cukup untuk 6 orang dengan 2 laki-laki nge geletak di lantai kayak korban tabrak lari. Apakah melanggar peraturan? Enggak lah, kan udah ngasih ceban sama satpam keliling. Hehee.

Sekitar jam 5 subuh kapal mulai merapat ke pelabuhan Bakauheni Lampung. Bau liburan dan badan mulai terasa, efek belom mandi dari kemaren pagi.

bersambung....


1 komentar:

gamers mengatakan...

wah pengalaman yg seru kk, like this..

ada game bgs nih kk

HON Indonesia
Forum Gamers
Gta Indonesia