Selasa, April 21, 2009

Sebuah Pencarian

Di jurusan gue, Administrasi Pajak, mempunyai satu mata kuliah unik yang wajib diikuti. Berbeda dengan mata kuliah biasanya yang mengharuskan kita duduk di kelas sambil membayangkan bagaimana jadinya kalau nikah dengan Asmirandah, mata kuliah ini mengharuskan gue mengaplikasikan segala macem teori2 yang disuapin ke kepala gue sampe mencret. Gue diharuskan magang ke perusahaan di divisi yang berkaitan dengan jurusan gue.

Untuk itu gue musti searching2 perusahaan yang bisa dan mau nerima gue kerja disana. Dengan bantuan temen gue yang udah malang melintang di tengah rel kereta *eh, salah... di dunia perpajakan*, gue mendapatkan list2 perusahaan dan konsultan yang ada. List-nya ada banyak banget dan bukan cuma di Jakarta aja, bahkan sampe Semarang dan Bali, lumayan juga sih kalo mau magang di Ubud ngitungin Pajak Monyet.

Eniwei, cara gue mengetahui apakah di masih2 tempat itu membuka lowongan magang adalah dengan metode yang ditemukan oleh Alexander Graham Bell. Dari banyak perusahaan yang gue tilpun, ada 2 tempat yang memberi tanggapan secara komedi. Tempat pertama, adanya di Kayumanis VIII, tempat maen gue kecil. Daerah yang udah sangat gue kenal dengan baik.

Gue : "Hallo mbak, dengan Konsultan & Kuasa Hukum Pajak Drs.H.Taufiq Rochman,BBA ?"
Mbak2 di ujung sana (MDUSA) : "Ya, ada apa..?"
Gue : "Kami mahasiswa.. bla.. bla.. bla.. disana ada buka lowongan magang gak?"
MDUSA : "Aduhh mass.. maaf mass.. saya gak ngerti, coba saya panggilin Ibu dulu"

Gue berpikir kalo mungkin yang ngangkat telp adalah resepsionis dan karena ada tilpun dari gue dia manggilin seorang Manajer HRD yang lebih mengetahui tentang sistem rekruitmen perusahaan tersebut. Kemudian gagang tilpun dialihkan kepada seorang Ibu2.

Ibu2 di ujung sana (IDUSA) : "Ya mas, ada apa?"
Gue : "Gini bu, kami mahasiswa... bla... bla... bla.. disana ada buka lowongan magang gak?"
IDUSA : "Kamu dapet nomer ini darimana ya? disini rumahnya, kantornya di Elnusa.."

Asem kunyit. Gue buang2 pulsa, pantes aja si MDUSA bingung, jabatan dia khan cuma Asisten Rumahan - Bahasa kerennya PRT -. Untung aja sang Ibu cepat tanggap, kalo gak bisa jadi gue disuruh interview di rumahnya untuk magang sebagai Asisten Rumahan dengan kemampuan spesial bisa nge-pel sambil tiduran dan nyapu sambil guling2.

Tempat kedua, gue baca di daftar alamat kalo tempatnya gampang dijangkau yaitu di Ratu Plaza. Dengan semangat pantang menyerah disertai birahi tinggi gue mencoba tilpun kesana.

Gue : "Hallo mbak, dengan Konsultan Pajak Liem Yung San & Rekan?"
MDUSA : "Hah!? Itu mah orang Korea mas..!!"

Apaan lagi nih? Jangan2 gue salah nelepon ke Kedubes Korea, atau gue salah sambung ke penggemar fanatik Winter Sonata yang berharap ditelepon Bae Yong-jun?

Gue : "........" (terdiam tanpa kata... berharap mbak2nya cuma bercanda)
MDUSA : "Disini mah toko furniture, bukan konsultan pajak..kalo mau mesen lemari mah bisaa.."
Gue : "....... thx" *sambil nutup tilpun*

Kali ini lebih parah. Gue sukses nilpun toko furniture. Hampir aja gue pengen mesen ranjang getar sama mbak2nya. Gimana caranya coba daftar konsultan pajak yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia per 31 Desember 2008 bisa bertransformasi menjadi toko furniture yang menjual tempat tidur, guci, dan lemari? It's Magic...

Untungnya tempat2 lain gak ada yang aneh2 kayak dua kantor itu. So, wish me luck ya!

Ciaoo...

1 komentar:

dilie mengatakan...

ni ka gue kasi comment.seneng kan?
*ahaha g penting bgt..