Kamis, April 09, 2009

Virtual Insanity

Sentul, sebuah kota yang biasanya dikenal karena memiliki sebuah sirkuit balap. Tapi pada tanggal 8 April 2009, Sentul memiliki daya tarik yang lain. Daya tariknya ditunjukkan melalui poster berwarna biru dengan gambar seseorang bertanduk dan berpose seperti Iron Man waktu mau lepas landas dan di sebelahnya ada tulisan Jamiroquai – Yes It’s True.

Pada awalnya gue sama sekali gak mau nonton konser itu. Bukan karena gue gak suka, tapi hal paling mendasar yang bikin gue gak mau nonton adalah masalah HARGA TIKET. Harga minimal tiket 750 rb - paling mahal 2,5 jt dan bahkan ada kelas yang harganya bakal disebutin kalo kita nelepon nomor yang ada di poster (yang pasti bakal MAHAL BANGET). Gue udah desperado muram durjano. Harapan untuk nonton konser gue kubur dalem2.

Pada malam hari, 7 April 2009,saat gue buka Facebook tiba2 temen gue nawarin tiket konser yang harganya masih dalam jangkauan tangan gue. Tiket konser seharga 750rb ditawarin 300rb, gimana gue gak kegirangan. Otak bisnis gue pun berjalan. Mulai saat itu gue berprofesi jadi calo tiket. Singkat kata, keuntungan gue jual tiket mencukupi untuk harga 1 tiket dan jajan gue disana. Jay Kay... Gue dateng!!

-8 April 2009-

Gue sampe di venue sekitar jam setengah 8 bersama 3 orang temen gue, Ian dan Manto. Kita semua langsung masuk ke Row F, ternyata bentuk venuenya itu emang bener2 diatur untuk suatu pertunjukkan. Pake bangku dan bertingkat, dengan panggung besar di depannya. Dan lebih mengesalkan, barisan depan udah penuh semua. Setelah kita puter2, mentok2nya dapet di barisan paling atas. Opening performance ada Afgan dan kalopun gue make dua teropong digabung jadi satu, gue gak bakal bisa ngebedain titik item mana yang bernama Afgan. Gue terrmangu menghadapi kesialan ini. Nonton Jamiroquai bakal bikin minus gue nambah.

Tapi tiba2 dari lorong muncul sosok botak berkilap. Dia ngobrol dengan petugas keamanan yang jagain pembatas antara kaum 300rb dengan yang 1,5 jt. Temen gue, Ian,dah kasak kusuk. “Itu Peter F. Gontha, bentar lagi pembatas pasti dibuka...”. Kita pun siap2 mau lari.Bener aja, gak beberapa lama pembatas bener2 dibuka. Tanpa ampun kita lari kesetanan, inceran kita adalah di deretan belakang mixer. Oh Om Peter, kalo bisa gue bakal ciumin kepala botaknya dan gue semir pake Kiwi!!

Berkat gesitnya gerakan kita bertiga, kita dapet tempat yang diidam2kan. Beberapa deret di belakang mixer, suara stereo, bisa ngeliat Jamiroquai secara jelas, dan bangku yang kita dudukin sekarang berharga 1,5jt!! Senyum sumringah mengembang lebar di muka gue, selebar pantat kuali. Sedangkan di sebelah gue, sepasang pasutri tua, yang membayar uang sejumlah 1,5 juta untuk mendapatkan tempat itu, masang muka asem karena sederetan dengan kaum proletar yang hanya membayar 300rb-an untuk nonton Jamiroquai.

Spot ini bernilai 1,5 juta

Gak beberapa lama konser dimulai, gue bisa melihat dengan jelas Jay Kay dengan sederet personil lainnya bermain musik demi musik dengan maksimal dan keren abis. Track Seven Days In Sunny June membuat gue seakan pengen bergoyang selama 7 days one night bored (7 hari semalem suntuk), suara Jay Kay sangat powerful dan dahsyat. Little L yang magical itu membuat gue serasa melayang di dunia Jamiroquai. Black Capricorn Day merupakan lagu yang powerful,membuat gue meloncat sepanjang waktu.

Pada saat membawakan Cosmic Girl, terdapat suatu kejadian kosmik. Pembatas yang membatasi kelas berharga 1,5 jt dengan 2 jt, 2,5 jt, dan harga yang ngebayangin nilainya aja gue gak berani. Areal di depan panggung resmi dibuka. Tanpa pikir panjang, kita langsung meluncur kesana. Menyusup diantara lautan manusia yang berlari2an menuju sana. Kelas gue berubah... 1,5 jt... 2 jt... 2,5 jt... PRICELESS!!!. Gue mendapat tempat tepat di depan panggung, dibawah congornya Jay Kay. Tempat gue berdiri sekarang jauh di depan kelas VIP, yang ditempati oleh orang2penting seperti Marie Elka Pangestu – Menteri Perdagangan, harganya? Udah gak bisa diungkapkan melalui angka2.

Spot ini? Priceless...!!

Di tempat ini gue semakin menggila. Jamiroquai merespon ramainya panggung depan yang tadinya lowong layaknya artis yang maen di acara kawinan. Mereka membawakan Lovefoolosophy, sebuah lagu catchy yang membuat gue goyang seperti orang gila. Kemudian dilanjutkan dengan Space Cowboy dan Canned Heat. Canned heat merupakat salah satu lagu legendaris yang menjadi lagu wajib para pencinta Jamiroquai. Tenggorokan gue sampe sakit karena tereak, “DANCE...!!!” berkali2.

Setelah Canned Heat, mereka tanpa pamit dan bilang2 salam lekum langsung cabut ke belakang panggung. Sebuah trik lama yang membuat para penonton berteriak “WE WANT MORE...!!!”. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, gak beberapa lama mereka langsung balik ke pos-nya masing2. Pemain keyboard dan synthesizer mengeluarkan bebunyian aneh, bebunyian aneh yang sudah sangat dikenal. Sebuah intro dari lagu bombastik Jamiroquai yang berjudul... Deeper Underground.

Venue terasa bergetar hebat saat musik dimulai. Seluruh penonton meloncat2, merespon ajakan dari Jay Kay untuk berpesta di malam riuh ini. Kerongkongan gue makin kerasa sakit dan kering, tapi sebodo amat, yang penting gue bernyanyi terus menerus di lagu ini. Saat lagu selesai, performance juga selesai. Mayoritas penonton pada bengong, termasuk gue, knapa? Karena lagu legenda yang dijadiin tema iklan konser, Virtual Insanity, gak dibawain. Rasa puas karena ngerasain tempat yang super mahal berkurang berganti jadi rasa tidak puas karena Virtual Insanity gak dibawain.

Itulah nila setetes yang sama sekali gak bisa ngerusak susu sebelanga dari konser Jamiroquai. Untuk kita kaum proletar yang bayar tiket 300rb-an tapi dapet tempat yang harganya jutaan, malem ini tak terlupakan. Untuk kaum priyayi yang rela bayar tiket jutaan tapi tempatnya diserobot sama yang bayarnya 300rb-an, malam ini adalah malam dimana mereka pantas berucap,”Sial....!!!”.

Ciaoo...

4 komentar:

ayodya mengatakan...

woww o.O
jadi gitu ya cara maennya
bayar 300 ribu dapet 1,5 juta
bayar 1,5 juta dapet . . dempet"an ampe benyek sama kaum proletar !
huhuhuuuu

thankie

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

itulah yang dinamakan keberuntungan seorang proletar seperti gue.. sabar.. sabarr... orang sabar jago menggambar..

crazy lil outspoken girl mengatakan...

iya kan..gw sebel bgt sm org2 macem loooo
bagus2 gw dah di vip,eh masih aja di serobot!!
hahahhaah....

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

Lo di vip dis!?bkan di konser jamiroquai kalii..jaminuddin!!hahaha