Jumat, Februari 12, 2010

Halang Rintang Menuju Akhir

Februari kata orang bulan penuh cinta. Sekarang ini, gue sedang diberikan cinta oleh jurusan gue. Jurusan gue yang biasanya cuek bebek dengan keadaan selama di kampus, gak peduli kalo misalnya gue keabisan napas di kelas atau mencoba bunuh diri dengan cara nelen mouse laptop, tiba-tiba nelpon. Keadaan gue pada saat itu adalah sedang berada di tempat rental Playstation (PS), maen Pro Evolution Soccer. Anak kecil di sebelah gue maen Tony Hawk's Pro Skater, nabrak-nabrakin karakter yang dia kendalikan ke tembok. Seakan-akan karakter itu adalah Superman di atas skate yang bisa ngancurin tembok. Implikasi diangkatnya telpon tersebut, Liverpool yang gue kendalikan sukses kebobolan gol. Gue kesel. Seperti saat lagi asik boker sambil baca komik, tiba-tiba tanah terbelah dan jatoh di dalamnya. Kebakar di dalem larva.

"Halo, Mirzal? Ini dari jurusan! Lo lagi dimana!?"

"Di kober mbak", gue mau bilang lagi maen PS sebenarnya, tapi takut dibilang gak serius.

"Lo mau kapan lulus!?", pertanyaan ini seperti gue bisa mesen lulus skripsi kapanpun juga, seperti mesen taksi lewat telepon untuk dateng ke rumah.

"Besok bisa gak?"

"Ah, gila. Pokoknya hari senen nanti lo kumpul di gedung M jam 10 pagi, kasih tau yang lain!"

"Mau ngapain mbak?", tadinya gue optimis mau dikasih beasiswa, ternyata enggak.

"Ketemu para ketua jurusan"

"Siapa aja yang kesana?"

"Yang udah lama belum lulus!"

Mendengar kalimat terakhir, gue seperti divonis hamil diluar nikah. Tidak sadar kalo itu terjadi, tapi saat dibilangin langsung nuncep ke hati. Sehabis percakapan singkat itu, entah bagaimana caranya skor pertandingan berakhir 3-0 untuk kekalahan gue. Maklum, pikiran masih belum konsen karena mikirin apa yang akan terjadi di hari Senin nanti. Mungkin kita akan ditaro ke ruang tertutup tanpa ventilasi udara, hanya ada satu saluran gas yang menyuplai gas beracun ke dalam ruangan. Kita mati pelan-pelan dan presiden Indonesia diganti Hitler. Seenggaknya, gue punya alasan kuat atas kekalahan gue pada saat itu. Mikirin nasib.

Masih berhubungan dengan pertanyaan 'Kapan Lulus', kelulusan gue yang belum terwujud sampai saat ini adalah karena mandeg-nya pikiran gue untuk nulis skripsi. Hal ini terkait kuat dengan adanya Outline Syndrome yang menjangkiti hati sanubari gue untuk menulis skripsi. Selama sebulan penuh gue puasa gak mikirin itu skripsi. Kalo bulan Ramadhan gue gak makan dan minum selama 1 bulan, kali ini gue puasa mikir hal-hal yang bernafaskan akademis.

Terus terang, hal itu seharusnya menjadi pantangan keras saat nyusun skripsi. Karena begitu kembali menyentuh dan mencoba berteman lagi dengannya, gue seperti ketemu dengan orang asing menyeramkan. Takut dan gak ketebak hal apa yang akan dia lakukan ke gue. Coretan revisi yang gue dapet saat sidang outline dahulu menjadi lambang abstrak manusia purba. Butuh seorang arkeolog untuk mengartikan maknanya. Walhasil, gue harus beberapa hari semedi memecahkan nasihat tersirat di lembar revisi dosen.

Selain itu, godaan datang silih berganti. Di rumah, komputer seperti bisa berbicara.

"Zal, film itu keren loh!! BOX OFFICE!!", gue pun langsung download film Taking Of Pelham 123.

"Hey, nonton Transformers lagi yuk! Ada Megan Fox masih natural", gue pun langsung nonton Transformers pertama.

"Daripada puyeng mikirin teori, mendingan kita maen FM yuk kawan", gue langsung ngejalanin game Football Manager.

*PETT!!* Mati lampu, gue tereak.

Selain godaan dari komputer, televisi selalu aja bikin gue penasaran mengikuti berita tentang orang yang sama sekali bukan siapa-siapa untuk gue. Kenal juga enggak, tapi gue tau kapan dia kawin dan kapan dia cerai. Sidang kehormatan juga selalu menarik untuk ditonton, seperti sebuah komedi situasi namun nyata adanya. Saking seringnya gue nongkrongin televisi, sampai-sampai gue afal tarian khas ala suku Inbox dan Dahsyat. Tangan ke depan angkat ke atas, lempar kiri-kanan. Gerakin ke tengah, lempar kiri-kanan. Lanjut ke bawah, lempar kiri-kanan. Kalau lagunya slow, gerakan tersebut dilakukan mengalir layaknya air, dari atas ke bawah. Bergelombang, mirip dengan pose kalo bilang "Kasian deh loo...".

Godaan-godaan itu selalu aja datang dari segala arah. Kalo di kampus, ketemu temen seangkatan ujung-ujungnya malah ketawa ngakak dan bikin polemik berkepanjangan, contohnya nyebarin berita kosong tentang rencana pernikahan temen gue. Atau, seperti pada kejadian di awal paragraf, maen PS ngadu ilmu. Ditambah perpustakaan yang tutup selama bulan Januari, lengkaplah sudah kemalasan gue untuk nyentuh skripsi.

Namun pada akhirnya gue menyadari, untuk mencapai sesuatu yang baik akan banyak rintangan menghadang dan godaan datang silih berganti, tugas gue adalah belajar berkelit dan menghancurkan hal tersebut. Gue harus berubah dan bergerak.

Untuk itu, pada hari dimana gue membuat tulisan ini (Jum'at 12 Februari 2010), gue nongkrong di MBRC untuk kencan dengan si skripsi. Alhamdulillah ada kemajuan dan gue siap menyambung tali silaturahmi dengan pembimbing yang udah sebulan lebih gue cuekin. Bahkan dia nge- Like This status Facebook gue yang berisi curhat gue tentang malasnya ngurusin skripsi. Mungkin dia kesepian gue tinggal sebulan lebih. Kalo pembimbing adalah istri, gue udah digugat cerai.

Sambil nulis skripsi, tak lupa gue menyisihkan waktu untuk menyebarkan informasi mutakhir yang gue terima dari jurusan ke teman-teman seperjuangan gue. Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, short message service (SMS) gue anggap udah bukan jamannya lagi. Itu sangat 2000-an awal, ini tahun 2010 bung. Oleh karena itu gue memutuskan untuk memakai media Facebook sebagai tempat penyebaran berita penting itu. Pesan yang gue tulis adalah :

Untuk para veteran yang masih di medan perang, ditunggu para Kepala Peleton hari Senin, 15 Februari 2010 di gedung M jam 10 pagi. Kita mau bagi raport bayangan, jangan lupa beri tahu orang tua masing-masing untuk hadir memakai safari dan naik sepeda ontel seperti di film Sang Pemimpi.


Semoga, tidak ada dosen yang nge-Like This status ini dan muncul kata kerja baru yang cocok untuk istilah 'Memberikan Like This di Facebook'.





7 komentar:

Anonim mengatakan...

siap jiwa dan raga bwt di racun dikamar gas (kaya jaman Hitler).hahaha..

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

Pasti si anonim ini termasuk salah satu veteran. Mungkin benar kalo ruangan itu bakal jadi kamar gas beracun. hahhaaa.

sarah choirinnisa mengatakan...

pertama kali baca blog ini,langsung suka bgt..pas buat ngocok perut abis seharian ngubek2 spss en excel..

thanx a lot yaa....
^turut berduka atas wafatnya Daffi

mas awe mengatakan...

Teruskan perjuangan kawan. Semoga anda menang di medan laga, lewati segala ranjau kemalasan Wokeh.. =D

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

@sarah : WARNING, anda menyebut kata SPSS dan Excel. Tidak kah anda liat kalau di tempat ini adalah zona bebas akademis!? hahaaa. Thx sarr.. sampe sekarang gue masih nangis inget si daffi.

@mas awe: oh tentu saja, gue berusaha belajar gocekan maut Cristiano Ronaldo.

sarah choirinnisa mengatakan...

haha,,gw kena SP-1...okelah salam manis tanpa gula untuk Para Kepala Peleton...Jangan lupa bawa masker buat anti gas beracun besok..atau seenggaknya,malem ini lo bikin surat wasiat dah!!
hehe

aan mengatakan...

tetap semangat kawan,,perjuangan masih panjang,,*sambil nepuk2 pundak*

met soreee,,