Sabtu, Desember 20, 2008

Desember

Bulan Desember sebentar lagi berakhir. Dan imbas dari abisnya bulan Desember, tahun pun ikut2an berganti. Tahun 2008 yang kayaknya baru sebentar gue rasain ini tiba2 aja udah menguap dan berganti sama tahun 2009. Di tahun 2009 nanti bakal ada Pemilu, dan mulai dari skarang udah banyak poster2 dan baliho2 yang menampakkan wajah orang asing. Dia berjanji akan menyelamatkan bangsa, menyampaikan aspirasi, adil, tekun, bla.. bla.. bla.. Yang bikin gue heran, pose yang ada selalu aja sama :

1. Menatap lurus ke depan
2. Pose tegap (padahal susah payah mengangkat badan karena rematik)
3. Raut muka (seperti) optimis
4. Wajah bersinar terang (hasil rekayasa photosop)
5. Pandangan mata kosong.

Lebih terlihat seperti pengumuman DUKA CITA dibanding ajakan untuk memilih dia sebagai wakil rakyat yang sama sekali tidak mewakili rakyatnya. Seharusnya, spanduk itu bermuka tulus, dan ngena dengan apa yang dia pengen sampaikan. Gue nemu contoh gambar spanduk yang sangat cocok dengan pesan yang disampaikan dan bikin gue trenyuh.

Lihat, pesan yang disampaikan seorang public figure ini sungguh mengena di hati dan tulus dari lubuk hati yang paling dalam (biasanya yang keliatan cuma di luar hati aja.. hehee..)

Eniwei, bulan Desember ini gue mengalami kejadian2 penting. Yang pertama gue menghadapi suatu perasaan kehilangan yang membuat gue tersiksa lahiriah dan batiniah. Tapi itu semua udah berlalu.

Siksaan lain di bulan Desember yang lebih konkrit adalah : UAS (Ujian Akhir Semester). Makhluk ini membuat dua minggu gue menjadi minggu-tanpa-senyuman. Pikiran gue cuma ada pelajaran, pelajaran, pelajaran, bagaimana cara mencuci otak dosen biar ngasih gue nilai A, dan 1001 Cara Membuat Ilusi Untuk Pengawas. Untungnya UAS kali ini gak ada hal2 yang menggemparkan buat gue. Kejadian yang menggemparkan yang biasanya terjadi bwat gue kalo ada UAS sekarang jadi punya orang lain.

Gue ngeliat dua kali temen gue ketauan nyontek sama pengawas.

Yang pertama ituu.. Well, bukan temen gue. Mereka senior yang lagi nebeng di mata kuliah gue. Awalnya kelas terlihat anteng2 aja. Sampe pada suatu saat sang pengawas jalan ke belakang. Mata dia ngelirik2 kanan-kiri. Palanya muter2 kayak lampu mercusuar. Sampe akhirnya mata dia terfokus pada pojok belakang kelas bagian kiri. Pertama2 dia ngeliatin satu2 anak2 yang ada di sana, gue gak tau antara dia lagi ngawas atau ngelamun jorok.

Keadaan disana langsung berubah jadi panik, banyak yang sibuk sendiri entah ngapain. Sang pengawas yang bermata layaknya elang itu pun menjatuhkan pilihan ke satu orang cewek berjilbab. Si cewek tersipu-sipu malu didekati pengawas itu. Dengan perasaan gembira dia cubit punggung tangan sang pengawas. Mereka berdua pun jatuh cinta. Ups, tulisan gue kecampur sama skrip film Cookies berjudul CINTAKU DIAWAS DIA. Kembali ke realita, si cewek jilbab panik, dia diem dan ketakutan setengah mati.

"Tangan...", kata sang pengawas.

Wajahnya langsung pucat pasi, dengan pasrah dia pun ngangkat tangan ke depan kayak lagi lencang depan kalo lagi upacara. Lakaknya seorang polisi, sang pengawas ngegoyangin lengan baju panjang yang dipake si jilbab. Dari dalem situ keluarlah kertas putih, bukan.. itu bukan surat utang. Itu adalah kertas contekan yang udah dibuat mini. "Hmmm....", kata sang pengawas dengan muka puas. Dengan gerakan pantomim dia gerakin tuh kertas ke atas seakan-akan pengen bilang, "Buat yang laen, kalo lo nyontek, gue benjut...".

Yang kedua, dialamin sama temen gue seangkatan. Seperti biasa, suasana ujian awalnya berjalan tenang, damai, dan sejahtera. Pada pertengahan ujian, sang pengawas yang tadinya kerjaannya merem-melek, nguap2, maen hape, pipis, dan tidur tiba2 memperlihatkan mimik wajah serius. Matanya terfokus pada sesuatu. Dan gawatnya sesuatu itu ada di antara deretan deket2 gue. Soalnya gue berkali2 bertukar pandangan dan memadu kasih (hwekk..) sama sang pengawas .

Seperti pengawas pada kejadian pertama, dengan gagah berani pun dia berangkat ke deretan belakang. Dia berhenti tepat di depan gue. Oh my goat! Pikiran gue berpikiran macem2. jangan2.. gue ketauan nyontek, nama gue dicatet, berita acara diserahin ke jurusan, gue dikeluarin, dan dinikahin sama Ade Juwi.. Tidaakkkk...!!!

Sang pengawas pun bergerak. Dan untungnya.. bukan te tempat gue. Dia bergerak ke kanan, sedangkan gue ada di kiri.

"Coba angkat kertas jawaban kamu...", kata sang pengawas.

Temen gue pun diam dan mukanya pucet pasi, tipikal orang yang lagi ketauan nyontek. Dia gak bereaksi apa2 sama kata2 yang dibilang pengawas itu. Kesel karena dicuekin, sang pengawas pun langsung mengangkat kertas soal+jawaban di atas meja dia. Terkuaklah semuanya. Di bawah lembaran itu ada diktat tebel gede ukuran A4!!

"Ke depan.. kumpulin sekarang...", kata sang pengawas.

Dia pun lemes, muka dia bingung. Gak ada cara lagi yang bisa dilakukan. Dengan gontai dia ke depan, ngumpulin soal, ngepak barang2nya, dan keluar diiringi tatapan orang2 yang seolah berkata "Nyontek kira2 ngapa..."

Untungnya, dua kejadian itu gak menimpa gue. Jangan sampe deh gue ketauan nyontek, gue udah cukup menimba ilmu percontekan sehingga skill gue ciamik (pernah nyoba nyontek sambil handstand? hehee.. ). Kembali ke bulan Desember, bulan ini berasa berat buat gue. Hopefully gue bisa menutup bulan dan tahun ini dengan kejadian2 menyenangkan.

Rencana gue : Liburan ke UJUNG KULON sama teman2 tercintaa..!! Yeaaahhh..!!!

Yahh.. mengutip lirik lagu Efek Rumah Kaca :

"Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember..."


Ciaoo...

5 komentar:

conankotahujan mengatakan...

oit, mo liburan ke ujung kulon yak, wah hati2 jangan sampe ngehamilin badak bercula satu y, kasian badaknya. (^0^)

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

@conankotahujan : gak lahh... badak sekarang pinter2.. gak mau gue hamilin sebelum gue nikahin... khan gue males jadinya.. hwehhee

swhanez mengatakan...

haha kocak deh zal.. wahh parah jg yaa di klas gw kayaknya ga pernah ketauan ada yg nyontek deh..
ehh btw, itu beneran miyabi ya? oh baru tau gw. lol

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

@swhanez : haduhh.. jangan sampe nesy... merusak kredibilitas bangsa dan negara (ciehh...). Itu bukan miyabi, itu namanya Maria Ozawa, maru2 ini ada muku tentang dia.. judulnya Mariamah ozawa

Hadiq mengatakan...

HUAHAHAHAHA.
potonya dikirain siapa...
gag taunya Miyabi...

Top gan! :D