Selasa, Oktober 20, 2009

Simpleks

Simple menurut kamus Bahasa Inggris - Indonesia adalah :

Simple (adj) --> Sederhana
comparative: simpler
superlative: simplest

Menurut gue, kata itu sangat universal. Dikenal sebagai kata yang melambangkan kemudahan, kesederhanaan, dan tanpa harus membuat kening keriput seperti nenek-nenek pengunyah sirih yang suka make stagen warna item. Tetapi setelah ditelisik lebih lanjut, ada satu kata yang mengandung kata SIMPLE dan kata SIMPLE disebut di awal, tetapi makna dan penerapannya sangat jauh dari definisi sebenarnya.

Perkenalkan, sebuah mata kuliah bernama teknik-teknik kuantitatif. Suatu mata kuliah dimana pada semester ini gue berperang melawannya. Di hari Senin, 19 Oktober 2009, gue UTS mata kuliah tersebut. Berbekal sebuah pensil dan penggaris baru yang gue beli di Kober seharga 3000, gue menghadapi kertas soal fotokopian yang berisi 5 soal. Gue harus mengisi 4 soal, dimana satu soal merupakan soal Wajib, harus dijawab. Kalau tidak bisa dosa, disamber petir.

Soal wajib yang harus gue jawab itu adalah soal programa linear dengan menggunakan metode SIMPLEKS. Makhluk apakah itu metode SIMPLEKS? Secara logika, SIMPLEKS itu mempunyai kata dasar SIMPLE yang ditambah -EKS di belakangnya. Bisa diartikan bahwa metode ini adalah suatu metode pemecahan masalah yang amat sangat mudah, bahkan untuk anak balita sekalipun. Kenyataannya, metode ini sangat cocok untuk membuat seorang balita bunuh diri.

Sekali lagi gue menemukan bahwa teori dan praktek memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Kalau di dalam kelas, belajar, kemudian dikasih latihan, pembatas yang dipakai cuma 2 atau 3 dan batas waktu untuk menyelesaikan soal adalah seminggu : 7 hari. Apa itu pembatas? Pembatas adalah hambatan-hambatan yang ada untuk mencapai suatu solusi dalam programa linear. Bentuknya berupa persamaan seperti : 2X1+3X2+9X3 > 25.


Basis

Z

X1

X2

S1

S2

S3

Solusi

Rasio


Z

1

-3

-4

0

0

0



S1

0

2

3

1

0

0

24

8

LV

S2

0

3

1

0

1

0

21

21


S3

0

1

1

0

0

1

9

9


(sebagian) metode simpleks dengan 3 pembatas (hanya untuk latihan)


Dalam ujian kali ini, sang dosen sangat baik hati dan maha pemberi. Dia ngasih soal dengan 5 PEMBATAS dalam waktu 2 jam saja. Dimana gue harus ngurutin angka masing-masing pembatas ditambah dengan variabel bantuannya. Total ada 9 kolom angka dan puluhan baris yang harus gue itung dan isi dengan baik dan benar. Walhasil, dengan mata silindris gue, puluhan angka itu terlihat seperti menari-nari dan kompak mau menyerang gue. Mereka terlihat seperti lari-larian, bersenang, dan bercanda tawa. Untuk itu gue harus agak menunduk dengan maksud biar mata gue fokus, biarpun hal tersebut membuat leher gue sakit.

Mungkin itulah penyebab dinamakan SIMPLE dengan akhiran -EKS di belakangnya. Dimana akhiran -EKS melambangkan mantan atau keadaan yang sudah tidak terjadi lagi. Metode ini tadinya sederhana, tapi karena kurang seru, disusahin.

Menyelesaikan soal tersebut membuat kepala gue mau putus, sedangkan masih ada 3 soal lagi yang harus gue kerjain dengan baik dan benar. Walaupun 3 soal yang kesisa itu gak seribet simpleks, mata gue keburu kliyengan dan otak gue udah mencair jadi congek di kuping. Gue stress berat di kelas. Pengen rasanya buka baju dan make beha keliling kampus untuk menunjukkan betapa stress-nya keadaan gue saat ini.

Gue melanjutkan pekerjaan gue yang tersisa. Gak tau bener apa salah, grafik yang gue gambar udah mencong sana-sini. Bentuknya kayak celana dalem setengah jadi, segitiga asimetris. Angka-angka yang gue taro juga udah gak jelas lagi. Mungkin ada baiknya angka-angka asal itu gue pasang jadi togel. Siapa tau tembus, karena biasanya yang tembus berasal dari inspirasi tak terduga. Oke, gue makin ngaco. Ujian belum selesai malah mikir togel.

"3 menit lagi"

Terdengar suara pengawas berkumandang dari belakang. Gue baru ngisi 2 1/2 nomer. Saat-saat inilah gue berserah diri pada-Nya, gue menatap ke atas langit. Ada plafon dan lampu neon. Andai gue bisa menjadi plafon, yang gak perlu mikir apa-apa. Tapi enggak ah, gue geli digerayangin kecoak. Gak lama, pengawasnya dateng ke meja gue, mau gak mau gue harus ngasih lembar jawaban yang udah gue isi sekuat tenaga ke dia.

Setelah ujian selesai, kepala gue pusing dan bawaannya mau keprokin kepala orang ke tembok. Akumulasi dari emosi tingkat tinggi, kelas yang gerah, kepala pusing, dan suasana berisik di luar kelas. Ada banyak mahasiswa yang lagi nungguin kelas untuk masuk ke dalem. Lorong sempit yang harus gue lewatin dengan berdesak-desakan penuh dengan mahasiswa yang berbicara seenak jidat, masang volume keras-keras, dan mengimitasi penjual tahu di kereta dengan berteriak "TARAHUUU... TARAHUU...". Mungkin menurut mereka lucu. Menurut gue, Annoying!!

Ciaoo...

4 komentar:

Smita mengatakan...

"Walaupun 3 soal yang kesisa itu gak seribet simpleks..."
sombongnyaaaaahhh... susahh taukk semua ribet!!

simpleks mungkin kepanjangan dari simple tapi komoleks hahaha.. kontradiktifff

eh ternyata simpleks nama herpes pantes mematikan.. http://id.wikipedia.org/wiki/Herpes_simpleks

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

pantes aja! ternyata nama herpes! pantes karakteristiknya kayak penyakit! hahaaa

anggoni mengatakan...

Mau dong ngeliat ka mirzal make beha !
Hahaha LOL
xD

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

@ anggoni : haduh.. jangan deh gon.. itu mimpi buruk saat mimpi lagi tidur yang mimpinya mimpi buruk juga.

oke, gue aja gak ngerti sama kalimat gue diatas. haahaa

pokoknya parah!