Selasa, Agustus 10, 2010

7 Agustus 2010

7 Agustus. 23 tahun yang lalu, pada hari Jum'at, gue lahir. Entah di rumah sakit mana dan jam berapa. Dengan berat sebesar 3 Kg, panjang tidak diketahui, 5 kali tanding, dan 9 kali KO. Gue gak tau apakah gue dilahirkan dengan rambut keriting, sungsang atau tidak, nangis atau ketawa. Pokoknya pada hari Jum'at, 7 Agustus, 23 tahun yang lalu, gue lahir ke dunia.

Dalam rentang setahun (7 Agustus 2009 - 7 Agustus 2010), hidup gue mengalami banyak perubahan. Dari banyak perubahan itu, ada tiga perubahan yang paling mencolok :
  • Nama gue udah bukan Mirzal Dharmaputra lagi, berubah jadi Abul Mutoyyib Jaenuddin Saprudin Mamat Somat Nekat. Em, salah. Yang bener itu, nama gue bukan berubah melainkan bertambah. Di belakang nama kedua, ditambahin tanda baca koma (,) diikuti tulisan S.I.A dibelakangnya. Kepanjangan dari Sarjana Ilmu Administrasi. Jadi, nama gue sekarang Mirzal Dharmaputra, S.I.A. Keren juga. Untuk aja gak ada kata 'Lanjutan' di belakangnya. Kalo aja ada, nama gue jadi Mirzal Dharmaputra, S.I.A.L. Untung juga gak ditambahin kata 'Pajak', bisa-bisa jadi Mirzal Dharmaputra, S.I.A.P. Gue juga jadi ngebayangin kalo aja anak administrasi Niaga atau Negara juga ditambahin huruf depan masing-masing jurusan. Nama Abdul Rozak K. bisa berubah jadi Abdul Rozak .K, S.I.A.N. Kesian dia.
  • Dibandingkan tahun lalu dimana gue masih berkubang di ruang bawah tanah tanpa udara, pengap, dan dingin. Mikirin hubungan tidak jelas yang pada akhirnya kandas. Ujung-ujungnya misuh-misuh sendiri, menggerutu kayak Donal Bebek. Pada tahun ini, gue mulai mencoba memulai suatu hubungan perpacaran. Seperti yang udah diceritakan sebelumnya, dia bernama Ode. Hopefully, this will be a long lasting story.
  • Gue mencoba membangun suatu usaha bersama dua sobat gue, Wilman dan Aan, dengan dukungan pihak lain yang cukup berpengalaman. Gue bikin usaha dalam bidang advertising dan general trading dibawah bendera PT. Casa Pratama. Jadi, untuk yang butuh cetak mencetak, promosi dalam segala media, cari barang, menjual barang, dan supplier untuk alat-alat apapun. Kita menyediakan seluruh kebutuhan anda. Atau mungkin niat bisnis SPBU atau Hotel? Kita punya yang siap pakai. Tinggal datang, nego, bayar. Siap disantap selagi hangat. (Ini nulis blog apa Company Profile ya? Bodo ah. Sekalian).
Pencapaian selalu diikuti dengan harapan dan keinginan yang baru. Karena tanpa harapan dan keinginan, hidup akan jalan tanpa tujuan. Suatu hidup yang sia-sia. Contohnya kalau kita naik mobil, turun ke jalan, tapi gak ada tujuan. Seperti zombie, mobil yang kita kendarain cuma bisa jalan, belok kanan belok kiri, menghabiskan bensin dan tenaga. Sampai pada akhirnya mobil itu habis bensin dan mogok dijalan. Tak bisa bergerak, berat menunggu karat, lambat laun menjadi mayat.

Harapan dan keinginan gue pada tahun ini adalah :
  • Mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Bisa memberi ilmu dan pengalaman, sebagai bekal gue mengarungi hidup. Selama ini gue cuma mendalami teori dan menganak-tirikan praktik. Ibarat gedung bertingkat 20, kemampuan praktis gue berada di tingkat 2.
  • Memupuk usaha yang udah gue mulai bersama itu untuk menjadi lebih besar. Tumbuh kembang dari anak itik menjadi elang kekar dengan cakar yang kuat.
  • Harapan sederhana yang sangat sulit terwujud. Memperbaiki sikap malas gue beribadah. Umur gue memang terlihat bertambah, tapi pada kenyataannya, jatah umur gue berkurang. Kepergian om gue pada tanggal 31 Juli membuat gue lebih menyadari arti pentingnya ibadah sebagai tabungan nanti di akhirat. Dan gue akan menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan tersebut.
  • Semoga tiga keinginan besar ini terkabul, AMIN.
Cukup dengan pencapaian dan harapan. Untuk perayaan ulang tahun pada tahun ini, gue jalan-jalan sama Capar. Biar unik, kita berdua berencana untuk dateng ke festival Candy Expo 2010 yang bertempat di daerah Serpong. Daerah jauh di ujung tol JORR.



Semangat menggebu untuk kesana. Imajinasi terisi gambaran yang diberikan oleh tulisan pada media promosi. Di Candy Expo (kata poster) ada air terjun coklat setinggi 6 meter, rumah permen, dan all-you-can-eat permen dan coklat. Sangat imajinatif,seperti dunia dongeng,dan tentu saja... bikin penasaran.

Berbekal petunjuk dari Jihan yang dikirim lewat SMS pada hari sebelumnya, gue mengarungi kota Serpong, dimana mobil gue kompak sebelahan sama truk gandeng yang diameter rodanya sama dengan tinggi mobil gue. Selain horror karena sebelahan sama truk yang gedenya kayak 20 gajah maen kuda tomprok, kota Serpong juga menawarkan kemacetan hebat. Mungkin untuk warga sekitar, macet yang gue alami itu standar. Untuk gue, macet kayak gitu bisa bikin otak mekar. Apalagi ditambah dengan ramah tamah pengemudi lain yang membunyikan klakson mobilnya setiap saat. Bunyinya sangat treble kayak Komeng lagi tereak di corong minyak karatan.

Setelah lama menyetir, akhirnya gue nemuin juga mobil parkir berderet. "Ini pasti tempatnya. Wajar rame, kan hari ini hari Sabtu," kata gue dalem hati sambil mengarahkan mobil ke depan tenda raksasa berwarna putih. Di depannya lagi ada satpam ngatur parkiran.

"Pak, ini Candy Expo ya?"

"Tadi iya mas, tapi sekarang enggak," kata Pak Satpam dengan muka gak enak.

"Maksudnya apa pak?" gue heran, ini pameran apa lapak kaki lima, yang bubar kalo didatengin Satpol PP.

"Gini mas, tadi pagi tuh udah buka, seenggaknya ada beberapa stand udah nyala. Tapi sekarang udah tutup semua mas. Kena angin"

Jelas aja gue bingung, pameran apa coba yang batal karena kena angin. Bikin aja pameran di dalem toples raksasa yang bisa muat satu tenda kalo gak mau kena angin.

"Jadi gak ada yang buka sama sekali Pak?"

"Gak ada dek, kalo gak percaya mah liat aja ke dalem. Tuh pada pulang semua" Pak Satpam nunjuk mobil Innova item yang diisi 6 orang. Satu keluarga yang seharusnya senang-senang, berbahagia dengan lautan permen dan coklat, malah jadi kecewa karena pamerannya tutup seenaknya.

"Sama sekali?," kata gue dengan suara yang semakin mengecil. Ciri khas suara orang lagi putus asa. Seperti pasien panu yang dikasih tau dokternya kalo panu yang dia derita adalah panu permanen.

"Iya, tutup Mas"

Seperempat indikator bensin gue abis, uang tol bolak balik 26 ribu rupiah, tenaga, dan waktu. Empat hal itu gue buang percuma demi suatu acara yang bernama Candy Expo 2010. Terima kasih kepada segenap panitia acara. Lebih baik gue makan permen Kojek yang dijual abang-abang pinggir jalan atau makan coklat superman ketimbang dateng kesitu lagi.

Setelah itu, kita berdua shock. Mobil gue berhentiin dulu di pinggir dan menyusun rencana selanjutnya. Hari ini gue kecewa tapi tidak menyesal. Setiap kejadian yang terjadi di hidup, apalagi di hari ulang tahun, harus tetap diingat walaupun pahit. Karena kejadian seperti inilah yang kadang membuat hidup semakin menarik.

Happy birthday to me!



0 komentar: