Rabu, Agustus 05, 2009

Dua Tokoh, Dua Pemberitaan

Dua hari ini, pemberitaan di televisi diramaikan oleh kepergian seorang musisi tanah air. Seorang musisi tua yang baru saja mencapai puncak kesuksesan melalui hit single "Tak Gendong". Musisi itu bernama Mbah Surip. Kepergiannya sangat mengagetkan dan tidak disangka-sangka. Bahkan di hari kepergiannya tersebut, beliau masih dijadwalkan untuk tampil di Ultah Insert di Trans TV. Well, nggak ada yang bisa memprediksi kematian. Misteri hidup adalah kapan hidup tersebut akan berakhir.

GOOD BYE MBAH SURIP


I LOVE YOU FULL

Gue sendiri awalnya gak percaya begitu menerima berita meninggalnya beliau. Kepercayaan gue muncul setelah gue nyalain TV untuk ngeliat berita. Ternyata udah ramai pembahasan tentang beliau dan kronologis meninggalnya beliau. Padahal hari sebelomnya gue masih nyanyi-nyanyi "Tak Gendong" sendirian di kamar setelah diracuni lagu tersebut melalui komputer kantor yang tiap lima menit sekali memutar lagu itu selama 2 bulan penuh.

Yang gue kagumi dari beliau adalah semangat dan keceriannya yang seakan-akan gak pernah abis. Beliau selalu mengeluarkan tawa khas-nya setiap saat dan selalu terlihat happy selalu. Dia juga berhasil mengenalkan jargon baru seperti "I Love You Full" kepada bumi Indonesia ini.

Gue terus tiduran di sofa hitam, tepat di depan TV untuk melihat berita-berita tentang dia. Sampai pukul 6 sore. Sehabis sholat maghrib gue ngeliat RCTI. Ada sinetron Manohara, Manohara dan Mbah Surip adalah dua orang yang sering menghiasi dunia pertelevisian Indonesia saat ini. Gue jadi teringat kata-kata temen gue, entah siapa, pokoknya banyak yang bilang.

"Kan, lo dah liat sinetron Manohara?"

"Blom, emang napa? Bagus?", kata gue menimpali.

"Najis, jelek banget!"

Untuk membuktikan argumen temen gue itu. Gue pantengin RCTI dan menonton sinetron tersebut. Manohara merupakan suatu sensasi yang tak habis-habis. Beritanya selalu heboh dan aneh, mulai dari dia disiksa di luar negeri, tete'-nya disilet, disiram aer panas dll. Awalnya gue sangat simpati dengan dia. Gimana enggak, seorang wanita Indonesia ditawan oleh negara lain kayak tawanan perang.

Tapi lama kelamaan kok jadi over exposed yah? Dan sepertinya cerita penyiksaan itu agak rancu. Bagaimana seorang penyiksa memberikan Tas Hermes kepada korbannya? Well, FYI untuk memperoleh tas Hermes harus memesan terlebih dahulu. Inden. Berasa beli mobil. Harga satu tas-nya? Hemm... 400 juta. Penjualan semua kolor gue dengan margin keuntungan 500% gak bakal bisa ngebeli tas itu. Kalo gue nyiksa orang,gue bakal ngasih dia tas karung goni kayak jaman Romusha Jepang dulu. Belum lagi Blackberry "Bling-bling"-nya. Waow. Classy.

Media juga seperti berlomba-lomba ingin ngeliput kegiatan sehari-harinya Princess Mano. Mano ninjau bencana aja di kamera-in. Kalah Presiden. Bahkan sampe disematkan gelar bangsawan karena disiksa. Kemudian ini, ada sinetron Manohara. Sinetron tentang kisah hidup dia yang sampai saat ini masih misteri.

Di sinetron itu, dia mempunyai teknik akting yang sangat khas. Jika Jim Carrey dijuluki dengan "Muka Karet" karena kepiawaiannya mengubah mukanya menjadi berbagai macam ekspresi, Manohara juga mempunyai teknik yang sangat wahid untuk dijadikan panutan. Teknik akting dia gue sebut "Muka Tembok". Marah, sedih, senang, cemburu, dan berbagai macam ekspresi wajah dilibas dengan hanya menggunakan satu ekspresi saja. Keren. Ini menggambarkan konsistensi dari seorang princess. Tidak pernah berubah.

Tapi setelah gue perhatikan, Manohara mempunyai potensi besar dalam dunia akting. Apa itu?

Seperti telah diketahui bersama, pemeran Joker dalam film Dark Knight, Heath Ledger, telah tiada. Ini akan membuat sedikit kebingungan dalam mencari siapakah pengganti yang pas untuk film batman selanjutnya, mengingat tokoh Joker belum mati di film tersebut. Saat melihat sinetron Manohara, gue menemukan pengganti yang pas.

Tidak lain tidak bukan adalah Manohara itu sendiri!! Senyum yang dia hasilkan amat sangat cocok untuk Joker. Tinggal nebelin bedak yang udah tebel itu, dan melebarkan lipstiknya sampe ke pipi. Niscaya dia akan jadi Joker sesungguhnya. Lihat gambar di bawah ini, mirip bukan? (Joker yang gue ambil adalah Joker ala Jack Nicholson).


Why So Serious??


Mungkin ceritanya adalah Joker dan Batman ternyata jatuh cinta dan menjadi pasangan gay, kemudian Batman suka menyiksa Joker di Bat Cave sehingga dia gak kuat. Dan pada akhirnya kabur setelah menyamar jadi Alfred yang semaput gara-gara disambit Blackberry Bling-bling yang dikasih Batman.

The point is, bukannya gue gak suka ngeliat Manohara yang sebegitu terkenalnya. Gue sih biasanya peduli setan dengan hal-hal kayak gini. Tapi gue lebih geram karena pemberitaan media tentang dia seakan mendiskreditkan para TKW-TKW yang jauh lebih disiksa dan memiliki bukti nyata seperti kulitnya melepuh, memar, dll. Dan tentu saja gak dikasih Tas Hermes.

Gue pengen bilang, "Hey,dia masih kaya. Masih banyak yang lebih melarat nasibnya daripada dia"

Atau mungkin karena dia cantik?

Gak juga ah. Mirip Joker.

Ciaoo...

6 komentar:

awewidodo.blogspot.com mengatakan...

I love u full mbah surip
kayaknya lugu banget tuh orang..

tapi si Mano kayaknya cuma nyari sensasi aja tu bocah (maap dah kalo rada suudzon)..

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

Apa lbih baik digabung jadi satu? Jadinya Mano Surip? Mungkin besok Mano akan menggimbal rambutnya? hahaaa...

Itu bukan suudzon, itu fakta...

Mira Andriani mengatakan...

hiyaaaa...bener bgd..
apalagi yg ttg c manoharce dengan senyum jokernyah,,haha.. n dengan actingnya yg sama aja d setiap ekspresii..
mendingan acting gw y jaal..??terlalu lebay klo gw,,n judulnya jd mirahara,,hyahaha..

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

wih.. ekting lo mah memuaskan, apalagi waktu ekting guling2 an di tanah itu... keren abis!! natural!!
Eh,
itu jatoh beneran yak?
hahaaa

Jerry Adhistie mengatakan...

emang mirip yak mano ama joker, hahaha

Mirzal Dharmaputra mengatakan...

Bener!mungkin pRincess Mano berambisi mengambil peran itu dgn sinetron manohara sbagai batu loncat..hahaha..